Kelebihan Kekurangan Sistem Zonasi Sekolah untuk PPDB Penerapan

Made-chat.com – Kelebihan Kekurangan Sistem Zonasi Sekolah PPDB Penerapan untuk pendaftaran Peserta Didik Baru di suatu sekolah.

Dengan adanya sistem zonasi yang membebankan sekolah untuk menerima 90% pendaftar dari zona sekolah, 5% siswa berprestasi, dan 5% jalur alasan khusus dan lainnya tentu ada sisi positif maupun sisi negatif dari penerapan sistem tersebut.

Sistem tersebut secara tidak langsung akan memiliki dampak bagi sekolah, peserta didik dan orang tua.

Siswa sebagai objek pembelajaran, tentu akan menerima dampak yang paling besar, dengan adanya sistem zonasi sekolah ini.

Dengan mengetahui Kelebihan Kekurangan Sistem Zonasi Sekolah untuk PPDB Penerapan tersebut, diharapkan seluruh komponen sekolah dapat menyikapinya dengan bijaksana.

Bagi anda yang ingin mengetahui pengertian sistem zonasi secara umum, silahkan anda lihat di Apa Yang Dimaksud Sistem Jalur Zonasi Sekolah.

Dari uraian posingan di atas, admin sampaikan mengenai apa yang melatar belakangi diadakannya sistem zonasi sekolah, apa dasar hukumnya dan lain-lain.

Sebagai pelengkap, anda juga perlu mengetahui Apa Tujuan Sistem Jalur Zonasi Pendaftaran Sekolah.

Disini admin akan memaparkan beberapa kelebihan dan kekurangan penerapan sistem zonasi sekolah.

Anda yang membutuhkan file Permendikbud Nomor 17 tahun 2017 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru, silahkan anda unduh di sini.

Kelebihan Kekurangan Sistem Zonasi Sekolah untuk PPDB Penerapan

Kelebihan Sistem Zonasi Sekolah untuk PPDB

Anggapan adanya sekolah favorit, terbaik dan unggulan pada suatu sekolah dapat berkurang.

Terjadinya pemerataan peserta didik yang berprestasi.

Dengan adanya pendaftaran dengan sistem zonasi, memungkinkan siswa berprestasi tidak mengelompok di suatu sekolah.

Sekolah mampu saling bersaing, karena setiap sekolah akan memiliki peluang mendapatkan peserta didik berprestasi.

Pemerataan mutu pendidikan dan peningkatan akses dan layanan sekolah.

Memungkinkan sekolah negeri maupun swasta yang tadinya sepi peminat untuk dapat memenuhi kuota pendaftar, karena peserta didik di lingkungan sekolah akan mendaftar di sekolah terdekat.

Dapat mengurangi angka siswa putus sekolah, karena siswa dapat lebih mudah mendaftar di sekolah terdekat.

Beban biaya yang menjadi tanggungan orang tua semakin kecil, karena lokasi tempat tinggal dengan sekolah yang dekat.

Orang tua dapat lebih mudah melakukan pengawasan dan pemantauan kepada putra putrinya.

Kekurangan Sistem Zonasi Sekolah untuk PPDB

Berkurangnya motivasi belajar siswa

Motivasi belajar siswa akan berkurang karena peluang untuk diterima di sekolah terdekat dengan tempat tinggal semakin besar.

Selain itu motivasi belajar siswa juga akan berkurang karena siswa menjadi tidak memiliki impian / target untuk dapat bersekolah di sekolah unggulan.

Siswa memiliki keterbatasan untuk mendaftar sekolah yang diinginkan sesuai dengan zona sekolah.

Apabila suatu sekolah yang di suatu zonasi termasuk sekolah unggulan, maka siswa yang memiliki kemampuan akademik rendah akan kesulitan mengikuti kegiatan pembelajaran di sekolah tersebut.

Sekolah-sekolah yang berada di daerah kurang padat penduduknya akan kesulitan memenuhi kuota daya tampung sekolah.

Siswa berprestasi akan lebih sulit mengembangkan kemampuannya.

Dari beberapa dampak positif dan negatif dari diterapkannya sistem zonasi sekolah tersebut di atas.

Maka diharapkan siswa agar terus meningkatkan semangat dalam belajar, walaupun untuk mendaftar di suatu sekolah semakin mudah.

Selain itu, siswa yang berprestasi dapat mempertahankan prestasinya, syukur-syukur dapat memberikan nama harum bagi sekolah yang didaftarnya.

Demikian informasi yang dapat admin sampaikan mengenai Kelebihan Kekurangan Sistem Zonasi Sekolah untuk PPDB.

Mudah-mudahan dapat memberikan pencerahan untuk anda, sehingga anda dapat mengetahui kelebihan dan kekurangan dari adanya kebijakan zona sekolah dalam PPDB.

Leave a Reply